Kamis, 27 Juli 2023

Crochet Bomber Sweater with Flower Puff Balloon Sleeve



crochet bomber sweater with flower puff balloon sleeve, bomber sweater rajut tangan asli


Juli 2023 ini, rasanya pencapaian di bidang merajut saya kian bertambah. Ya, bulan ini saya berhasil menyelesaikan tantangan untuk diri saya sendiri dengan cara menyelesaikan rajutan wearable dewasa pertama saya. Biasanya, saya mengerjakan pesanan sweater, dress dan sejenisnya untuk ukuran bayi.

crochet bomber sweater with flower puff balloon sleeve, bomber sweater rajut tangan asli dari benang milk cotton warna krem dan biru dongker

Sejak masih gadis, saya memang sudah menyukai kemeja, tunik atau sweater dengan lengan balon. Untuk itu kali ini saya sengaja mencari model sweater bomber dengan lengan balon. Untuk memberi kesan manis, saya menggunakan pola flower puff di bagian lengannya. Dan ini, cukup memberi efek boros karena total benang yang saya habiskan adalah sekitar 18 gulung benang milk cotton 5 ply dengan berat setiap gulungan kurang lebih 50gram.

crochet bomber sweater with flower puff balloon sleeve, bomber sweater rajut tangan asli dari benang milk cotton warna krem dan biru dongker


Untuk merajut sweater ini sendiri, saya menghabiskan kurang lebih 1 pekan. Dirajut secara konsisten setelah mengerjakan pekerjaan rumah tangga.

crochet bomber sweater with flower puff balloon sleeve, bomber sweater rajut tangan asli dari benang milk cotton warna krem dan biru dongker



Bagaimana rasanya setelah menyelesaikan proyek ini? Ada rasa senang, bangga dan sedikit rasa candu karena tiba-tiba ingin membuat variasi rajutan dewasa dalam model yang lain :))

Bomber Sweater Rajut Tangan

Material:
Milk Cotton 5ply. Habis sekitar 18gulung.
Berat: +-900gram
Size Hakpen: 4.5mm (no.7)

Kalian yang ingin dibuatkan, bisa kontak saya melalui laman rajutmerajut.com ya 😍


Senin, 19 Juni 2023

Tumis Kembang Durian / Karuk Duren

Tumis kembang durian dengan teri jengki atau teri medan, sering juga disebut sebagai karuk duren


Sejak tinggal di wilayah Gunung Sindur, saya jadi punya banyak pengalaman unik dan menarik. Salah satunya adalah urusan kuliner. Disini, karena mayoritas pedagangnya adalah suku sunda yang mana sangat suka dengan lalap sayur dan buah yang menurut saya agak 'aneh'. Beberapa diantaranya adalah lalap daun jambu mete, poh-pohan, daun mangga muda, dll. Dan yang saya sebutkan tadi juga dijual di tukang sayur keliling lho.

Beberapa hari ini, FYP saya dipenuhi oleh tumis kembang durian atau biasa disebut dengan karuk duren. Bentuknya sekilas mirip dengan jantung pisang yang sudah disiangi. Seminggu terakhir ini saat saya jogging pagi memang sering mendapati ibu-ibu di belakang komplek saya duduk di bawah pohon duren dan sedang sibuk memungut juga menyiangi si kembang durian ini.

Hari ini, rasa penasaran saya tunai sudah karena sudah mencoba memasak si karuk duren ini. Ternyata rasanya tak asing di lidah saya. Mirip sekali dengan tumis jantung pisang pada umumnya. Ada rasa renyah yang saya tangkap meskipun saya membeli karuk duren yang sudah direbus lebih dulu. Yuk simak resep tumis karuk durian ala saya ini.

Bahan:
  • 500gram Karuk Duren. Saya beli yang sudah direbus. Jika beli yang masih segar, bersihkan putik sarinya ya. Cuci lalu rebus selama -+ 20 menit.
  • 1 genggam teri jengki. Bisa juga pakai teri nasi/teri medan ya.

  • Bumbu:
  • 5 Siung bawang merah
  • 4 Siung bawang putih
  • 3 buah lombok hijau
  • 3 buah cabe merah keriting
  • 3 buah cabe rawit merah
  • Seiris lengkuas
  • 1 batang serai
  • 2 lembar daun salam
  • Sesuai selera : garam, lada bubuk, gula pasir dan kaldu bubuk totole
Bumbu-bumbu yang dipakai untuk menumis kembang durian seperti irisan bawang merah, bawang putih, lombok hijau, cabe merah keriting dan cabe rawit
Cara Buat:
  1. Cuci bersih di air yang mengalir kembang duren yang sudah direbus. Tiriskan sampai airnya hilang.
  2. Goreng teri jengki sampai kering. Sisihkan. 
    Teri Jengki Goreng

  3. Siangi bumbu-bumbu, cuci bersih lalu iris sesuai selera ya.
  4. Siapkan minyak goreng. Gunakan api sedang. Tumis lengkuas, serai dan daun salam sampai daun salam agak kering baru masukkan bawang putih dan bawang merah. Tumis bawang-bawangan sampai layu. Setelah duo bawang layu, masukkan cabe-cabean. Tumis cabe-cabean sampai layu, lalu masukkan kembang duren. Aduk rata.
  5. Masukkan bumbu-bumbu sesuai selera, kembali aduk rata. Cicipi ya. Tidak perlu tambah air karena nanti si karuk ini akan mengeluarkan sedikit air saat ditumis. Tumis sekitar 8-10 menit dengan api kecil-sedang sambil diaduk-aduk.
  6. Terakhir, masukkan teri jengki, aduk rata. Matikan api dan siap saji.

Bagi kalian yang ingin melihat resep-resep masakan saya yang lain, bisa berkunjung ke profile cookpad saya disini.

Minggu, 07 Oktober 2018

Chuba Keripik Singkong: Jajan Jadul

Jajan jadul, snack jadul, chuba, chuba keripik singkong, keripik singkong


Bagi anak generasi 90-an, ngomongin jajanan lawas atau jadul, saya selalu teringat akan snack keripik singkong yang satu ini. Namanya Chuba. Seingat saya juga, dulu tampilannya tidak seperti ini. Chuba jaman dulu, meksi masih menggunakan icon Penguin berwarna orange (untuk rasa keju) dan warna ungu (untuk rasa balado) pada bagian belakangnya memiliki aksen bungkus seperti ada 'jendelanya'. Kotak transparan di bagian kanan belakang bungkus. Jadi kita bisa melihat bagian dalamnya lebih dulu seberapa banyak isi di dalamnya.

Jajan jadul, snack jadul, chuba, chuba keripik singkong, keripik singkong


Dulu hobi saya adalah memilah-milah bungkus Chuba. Mana yang isinya nampak lebih banyak, maka itu yang akan saya beli 😍Setelah dewasa dan 'bertemu' kembali dengan Chuba ini, tidak ada lagi alasan saya untuk memilah-milah karena daya beli saya sudah berbeda dengan saat saya masih kecil. πŸ˜›

Sejak sekolah dasar, saya terbiasa dibawakan jajanan warung oleh Ibu. Karena Ibu paham betul, saya tidak suka jajan di warung atau kantin sekolah, maka beliau berinistiaf membawakan snack warung dari rumah agar saya tidak repot ke kantin. Seingat saya pula, selain Chuba, dulu Ibu sering membawakan saya keripik jagung yang sudah dibumbui karamel pedas manis. Snack yang ini, saya lupa apa namanya. Nanti kalau saya ke agen snack dan menemukan jajan yang saya maksud, insyaAllah kembali saya post ya. πŸ˜‚

Hari ini, saat saya ke agen snack untuk membeli camilan, saya melihat Chuba bertengger di rak. Langsung saya sambar dan bayar. Dengan harga Rp.17.000/pack isi 20 bungkus, saya menenteng pulang keripik singkong Chuba rasa keju ini. Duh, rasanya masih sama. Bedanya, Chuba yang dulu bentuk keripiknya full bulat. Kali ini bentuknya lebih bervariasi.

Jajan jadul, snack jadul, chuba, chuba keripik singkong, keripik singkong


Bagi saya, makan keripik singkong Chuba ini, seperti membawa memori saya saat saya masih duduk di bangku sekolah dasar. Kala itu, harga jualnya belum genap Rp.100,- dan sekarang, sudah dibandrol Rp.1.000/bungkus! Aw.. Bahkan di beberapa market place nasional, snack jadul Chuba ini ada yang bandrol Rp.1.500,-/bungkus lho. Xixixi..
x

Senin, 24 September 2018

Blocking Pada Rajutan

Blocking Rajutan, Blocking pada Rajutan, Crochet Blocking, How to Crochet Blocking, Cara blocking rajutan, blocking adalah, cara blocking dress bayi, belajar merajut
Proses Blocking Rajutan pada Proyek Baby Dress

Setelah fokus menekuni bidang rajutan, seiring berjalannya waktu saya juga ikut menambah diri dengan berbagai ilmu rajut yang belum terexplore. Salah satunya adalah teknik blocking. Sebetulnya saya mengenal teknik blocking sejak awal mula belajar merajut dan baru mempraktekkan teknik finishing blocking sejak sekitar tahun 2015 setelah rutin menerima pesanan rajutan berupa rajutan bayi dan syal dewasa.

Disini saya hanya akan menjelaskan apa itu teknik blocking secara sederhana sesuai dengan pengetahuan dan praktek yang sering saya lakukan karena banyak sekali pertanyaan yang masuk apabila saya memposting stories kegiatan blocking saya di instagram.

Crochet Baby Dress, Dress Rajut Bayi, Blocking Rajutan, Blocking pada Rajutan, manfaat blocking rajutan, belajar merajut, cara blocking rajutan
Contoh baby dress yang sudah di blocking. Siap pakai.


Blocking adalah sebuah teknik akhir proyek rajutan tertentu yang dilakukan sedemikian rupa agar hasilnya sesuai dengan ukuran, bentuk dan motif yang kita inginkan sebagai perajut. Tidak semua proyek rajut perlu diblocking. Beberapa proyek yang memerlukan teknik blocking antara lain:

  1. Granny Square (berlaku juga untuk bentuk lain seperti lingkaran, segitiga, pentagon, hexagon, dll) yang hasil akhirnya perlu disambung menjadi sebuah proyek lain seperti: sarung bantal, selimut, dll.
  2. Proyek Wearable. Contohnya: Dress, sweater, cardigan, syal, ponco, dsb.
  3. Doily/taplak meja, tudung saji, tirai dsb.
  4. Proyek-proyek lace pattern (gampangnya yang teknik rajutnya seperti membentuk renda)

Lalu apa saja manfaat blocking?

  1. Membentuk ukuran sesuai dengan kebutuhan sehingga proyek tidak mudah berubah bentuk meski sudah cuci pakai berulang kali.
  2. Menonjolkan sebuah motif rajutan tertentu.
  3. Memberi kesan mewah pada rajutan (ya kan kita jualan rajutan inginnya produk yang diterima konsumen sudah bersih, wangi & layak langsung pakai)
  4. Bagi saya teknik blocking adalah kesempatan untuk mengetes apakah benang yang kita pakai luntur atau tidak. Kalaupun kita menggunakan benang dengan proses pewarnaan manual yang pastinya akan menyebabkan benang menjadi luntur, kita bisa memberikan gambaran pada konsumen bagaimana cara merawatnya.

Crochet Baby Sweater, Sweater Rajut Bayi, Blocking Rajutan, Cara Blocking Rajutan, Crochet Blocking
Sweater Bayi pun di blocking agar ukurannya sesuai dengan kebutuhan dan tidak mudah berubah bentuk.


Banyak juga yang bertanya, apakah blocking menjadi sebuah hal yang wajib dikerjakan setelah selesai merajut sebuah proyek yang memerlukan teknik blocking? Bagi saya adalah tidak. Tetapi jika kita ingin hasil yang maksimal, jawabannya adalah wajib. Begini, dalam sebuah kasus, kita merajut doily atau baby dress dengan lace patttern. Sebelum diblocking, hasilnya proyek tersebut mudah sekali menggulung atau melengkung. Motifnya tidak nampak dan ukurannya belum jelas. Setelah di blocking, kalian akan merasakan sendiri perbedaannya. Dari mulai ukurannya yang jelas hingga hasi akhir baby dress yang terkesan 'jatuh' dan lebih elegan.

Lanjut ke teknik blocking. Sebetulnya, teknik blocking yang saya ketahui terdiri dari 3 jenis. Yaitu blocking kering (dengan cara di spray), blocking basah (dicuci lebih dulu) dan blocking uap menggunakan iron steam. Saya tidak akan menjelaskan semuanya dan hanya akan menjelaskan teknik blocking kering yang memang sering saya pakai. Untuk blocking kering, alat dan bahan yang perlu saya siapkan adalah:

  1. Pin Board. Saya menggunakan puzzle board dari evasponge yang tebal yang umum di jual di supermarket/toko kelontong/toko perlengkapan rumah tangga/toko khusus karpet.
  2. Jarum pentul/pin. Apapun yang penting tidak berkarat dan tidak mudah karatan.
  3. Botol spray.
  4. Softerner dan air bersih.
  5. Meteran.



Langkah memblocking:

  1. Siapkan rajutan dan pin board. Gelar rajutan di atas pin board.
  2. Pasang pin/pentul di sisi rajutan dengan cara menancapkannya satu per satu. Jangan lupa, gunakan meteran untuk memastikan ukurannya tepat. Misal yang kita blocking adalah granny square. Semestinya kita memerlukan ukuran 10x10cm. Maka bentuk granny square sesuai ukuran yang dibutuhkan dengan cara merenggangkannya kemudian tahan dengan menggunakan pin/pentul yang ada. Demikian pula jika yang ingin di blocking adalah dress bayi. Pastikan ukuran lingkar dada, lingkar lengan, panjang dress yang kita perlukan sesuai dengan kebutuhan. 
  3. Setelah pin terpasang, spray seluruh bagian rajutan hingga basah kuyup.
  4. Biarkan rajutan kering dengan cara diangin-anginkan ditempat teduh. Umumnya rajutan akan kering dalam waktu 1-2 hari tergantung pada cuaca dan suhu ruang.
  5. Setelah kering, lepas setiap pin. Rajutan siap pakai.

Teknik blocking ini sama sekali tidak membuat rajutan berbau apek meski perlu waktu hingga 2 hari untuk mengeringkannya. Rajutan sendiri memang dianjurkan untuk dicuci dan dikeringkan diatas bidang datar tanpa terkena cahaya matahari langsung. Jadi jangan takut rajutan kalian akan bau apek dll setelah di blocking ya.

Demikian sedikit tulisan singkat saya tentang teknik blocking. Semoga memberi sedikit gambaran bagi yang belum mengerti ya. Semoga manfaat πŸ™



Rabu, 19 September 2018

Seekor Kucing Mix Dome Bernama: Bocil

Sejak pertengahan Juli 2018, saya mulai memelihara kembali seekor kucing mix domestik berbulu belang tiga (kembang telon) yang saya beri nama; Bocil.

Kucing Mix Dome, Kucing Domestik, Kucing Lucu


Bocil saat itu berusia kurang lebih 4 bulan, sudah tidak menyusu dan doyan dengan makanan kering (dry food). Ia tipikal kucing yang jarang sekali bersuara. Aktif di malam hari dan cenderung tidur sepanjang siang.

Bocil, senang sekali ada di sekitaran kamar mandi, tidur atau sekedar berleyeh-leyeh ria. Sebelumnya, saya memelihara kucing domestik belang gelap yang saya beri nama Walang. Walang berbeda jauh dengan Ocil, demikian saya memanggil namanya. Walang akan menyahut ketika saya panggil. Tapi tidak dengan Ocil. Ocil mau menengok saja sudah syukur Alhamdulillah. Ocil hanya akan mendekat saat dipanggil ketika ia merasa lapar, dry food di tempat makannya kosong dan saat pagi hari tepatnya subuh tiba.

Saya khusus memakaikannya kalung dengan lonceng besar karena ia memang pelit suara. Sulit menjawab panggilan dan entah kenapa jarang bergerak ketika siang hari tiba. Ia senang sekali berada dalam kamar mandi, tidur atau melamun. Kebetulan sekali, kamar mandi tempat tinggal kami saat ini sangat mudah kering.

Bocil, anak kucing, anak kucing lucu, kucing mix dome, kucing domestik


Ocil memiliki garis mata yang nampak seperti belek tebal di mata sebelah kirinya. πŸ˜…Ia juga senang dimandikan. Ah, ini juga yang membuatnya berbeda dengan Walang.

Kebiasaan Ocil yang menarik lainnya adalah, saat subuh tiba, ia akan mengganggu tidur kami yang masih terlelap dengan menggigit kaki, menggaruk kepala bahkan menggigit hidung. Ya, saya sudah pernah merasakan gigitannya di bagian hidung 😹

Suatu ketika, Ocil pernah hilang selama kurang lebih 3 minggu. Dan Alhamdulillah, ternyata ia masih berjodoh untuk saya rawat. Setelah ditemukan, Ocil sangat mudah diajari toilet training. Ia mulai terbiasa pup dan pee di lubang kamar mandi. Cukup membuat kami berhemat dengan tidak terus-terusan membersihkan dan membeli pasir baru kan? Hingga kini, Ocil masih ada di bawah pengasuhan saya. Rencana saya selanjutnya adalah memberi Ocil vaksin dan juga sterilisasi.

Kucing Mix Dome, kucing lucu, Kucing pintar, Bocil, Kucing domestik


Selama saya merawat Ocil, saya mulai memahami bahwa Ocil tidak cocok dengan makanan basah yang mentah (raw wet food). Suatu hari, Ocil pernah mendapatkan hadiah sebuah kotak dari Wishkas berisi makanan basah siap makan. Dan malam harinya setelah menyantap makanan tsb, Ocil muntah-muntah sampai lemas. Duh.. Tak berhenti sampai disitu, setelah menyantap jeroan ikan patin pun demikian. Saya sadar, Ocil hanya cocok dengan dry food merk Bolt (pernah dicoba merk lain, namun terpaksa dimakan, tidak bersemangat saat menyantap) selain dry food, Ocil juga hanya cocok makan nasi dengan lauk ikan pindang (ikan asap, baik tongkol maupun sejenisnya).

Doakan agar saya panjang jodoh dengan Bocil ya. 😍